Kamis, 28 Maret 2019

Islam: Way Of Life


Oleh: Muh. Hasan Suryawan
Saat kita mendengar kata islam, maka yang terpikirkan dalam benak kita adalah salah satu agama yang menjadi keyakinan. Pun jika memahami agama, yang terlintas dalam benak kita adalah tentang surga dan neraka. Semua agama menjanjikan kebahagiaan (surga) dan ancaman (siksa hari pembalasan). Menuju kebahagiaan dan menghindari siksaan sederhannya dapat dicapai melalui Ibadah.

Ibadah dalam islam, seringkali dihubungkan dengan ritual-ritual keagamaan yang tersimbol melalui tempat-tempat ibadah; Masjid, mushalla dan semacamnya. Sehingga definisi Ibadah kemudian dipersempit, hanya memiliki ketentuan, di waktu-waktu tertentu dan ditempat khusus (mahdoh). Sederhananya, agama sama dan tak lebih hanya berisi aturan tentang ritual-ritual.

Senin, 07 Januari 2019

MELAWAN PENYEMBAHAN REALITAS SIMBOL KAPITALIS

Oleh: Muh. Hasan Suryawan

Dalam tulisan ini, saya ingin menjelaskan mengenai dominasi simbolisasi dalam mempengaruhi tingkah laku manusia, terutama dalam tingkah laku sebagai konsumen. Agar lebih jelas dan mudah difahami, maka saya akan memberikan ilustrasi dari fakta sosial saat ini.

Digitalisasi dalam segala aspek kehidupan menjadi hal yang lumrah atau biasa. Misalnya lapak-lapak penjualan pakaian online yang mulai menyasar konsumen melalui media-media sosial, seperti instagram, facebook dan lainnya. Dengan kemudahan itu, diamanapun seseorang berada ia dengan mudah dapat mengakses katalog-katalog daftar pakaian yang ada. Ketika seseorang memutuskan untuk membeli, maka dominan ialah mereka akan memilih barang yang ia suka (mungkin yang sedang hits) dan bukan membeli barang yang ia butuhkan.

Kamis, 01 November 2018

SISI RASIONAL DALAM DAKWAH ISLAM


Sejarah telah menjelaskan kepada kita tentang perkembangan preodisasi peradaban manusia; dimulai dari zaman purba hingga zaman modern yang serba digital seperti saat ini. Hal mendasar dari munculnya sebuah perubahan ialah berubahnya pola pikir manusia. Manusia-manusai zaman dulu sangat mempercayai takhayul dan hal-hal yang berbau mistis hingga menggemari mitos-mitos. Sedangkan pada zaman modern saat ini pikiran manusia sudah sangat rasional, bahkan tak jarang yang akhirnya tak mempercayai kehidupan setelah mati (atheisme). Nasib tentang hal-hal yang berbau mistisme, irrasional, suprarasional yang mana hal diatas melekat dan menjadi identitas bagi Agama benar-benar sudah di ujung tanduk.

KESESATAN ANALOGI PASCA PEMBAKARAN BENDERA "TAUHID"


Sekarang muncul silogisme-silogisme logis yang digunakan untuk menyerang antar kelompok. Ini sangat bahaya, apalagi mereka yang menggunakan kaidah logis tidak mengikuti aturan mainnya. Karena dampak terburuknya adalah justru dapat menyerang akidahnya sendiri.
Misalnya munculnya premis-premis seperti ini;
“Pembakaran bendera tidak akan terjadi jika Uus tidak hahdir dalam acara hari santri”
“Kami tidak akan memperingati hari santri jika tidak ditetapkan oleh presiden”
Kesimpulannya: “Pembakaran bendera tidak akan terjadi bila presiden tidak menetapkan hari santri”

Rabu, 23 Mei 2018

PROFESIONAL DALAM SETIAP PERAN


Oleh Muh Hasan Suryawan
Kata profesional seringkali kita dan selalu identik dengan sebuah pekerjaan. Menjadi profesional dalam sebuah profesi menjadikan kita benar-benar diakui kapasitas dalam profesi yang sedang kita emban.

MENCARI ALASAN MENDAKI GUNUNG


Oleh: Muh. Hasan Suryawan
Memang sulit memberikan alasan rasional tentang mengapa seseorang harus mendaki sebuah gunung. Apakah mendaki gunung harus memiliki alasan?. Jawabnnya pun sangat relatif. Ada yang mengatakan bahwa seseorang mendaki gunung karena rindu terhadap suasana alam. Ada lagi alasan lain bahwa mendaki untuk mencari beberapa jepretan selfie. Namun saya beranggapan bahwa alasan seseorang mendaki gunung bukanlah hal-hal sebatas beberapa pernyataan yang melatarbelakanginya. Ada resiko yang banyak ketika berada di alam, termasuk membuang jauh-jauh kenyamanan saat berada di rumah. Resiko lain ialah tentang dampak bagi kesehatan tubuh yang bahkan dapat menyebabkan kematian. Sehingga ada alasan mendalam seseorang ketika mendaki gunung, bukan hanya untuk mencari beberapa selfie dan kemudian untuk di unggah ke media sosial. Orang yang seperti ini pasti dikemudian hari akan kapok dan tidak ingin lagi mendaki.

MENGAPA HARUS LIVERPOOL FC..?

Oleh : Mo Hasan Suryawan


Ketika ada yang bertanya tentang Liverpool FC kepadaku tentu aku tak memiliki segudang jawban untuk menjelaskannya. Yang aku tahu tentang Liverpool FC, adalah sebuah klub sepak bola yang berasal dari Inggris dan bermarkas di kota Liverpool. Aku takkan mencontek dan membuka google untuk mencari tau segudang tentang Liverpool FC beserta prestasi-prestasinya (terlalu banyak untuk dihafal). Karena puncak kejayaan Liverpool FC terjadi pada tahun 1960-1980an. Sedangkan aku lahir pada tahun 1992, sekitar satu dekade lamanya setelah tahun-tahun kejayaan klub ini.