Translate

PENDEKATAN FIDESTIC-SUBJEKTIFISM & SCIENTIFIC-OBJEKTIFISM DALAM STUDI AGAMA

Oleh Muh. Hasan Suryawan

Apakah sebenarnya tujuan sebuah agama bagi Manusia?. Dalam pandangan islam, turunnya agama bertujuan menjadi penyeimbang bagi potensi-potensi yang sebelumnya sudah diturunkan oleh Allah SWT untuk manusia, yaitu potensi indera dan akal. Lanjut menurut presfektif islam, agama kemudian menjadi satu tatanan aturan yang universal dan komperhensif yang mengatur setiap tingkah laku dan pribadi manusia serta bertujuan untuk menghindari timbulnya keburukan yang berpotensi diciptakan oleh akal manusia. Namun secara umum, lahirnya atau keberadaan agama-agama sangat erat kaitannya misi moralitas seperti dalam pengalaman sejarah yang berkaitan dengan lahirnya agama Konghucu. Terkadang sistem Ketuhanan bukanlah hal yang utama, dimana misalnya baik agama Budha ataupun Hindu dan juga Konghucu sangat minim membahas tentang persoalan ketuhanan ini. Sehingga jawaban pertanyaan tentang tujuan lahirnya sebuah agama tergantung pendekatan mana yang ingin dipakai.

Masih Perlukah Sekolah?

Oleh Muh. Hasan Suryawan
Masih santer terdengar ditelinga kita tentang banyaknya permasalahan yang muncul di dunia pendidikan kita dewasa ini. Mulai dari masalah yang paling sedarhana seperti sistem pembelajaran sampai pada masalah yang lebih pelik yaitu sistem perpolitikkan yang mengatur Pendidikan. Sebenarnya istilah “politik” itu tidak selalu menggambarkan hiruk-pikuk dan dinamika yang terjadi di tataran legislatif —pengambil kebijakan—yang terkadang diartikan negatif. Karena dalam arti luasnya, politik berarti cara untuk mencapai tujuan. Dalam bahasa arab, politik diambil dari kata “falsafah” yang berarti cara, jalan untuk mencapai tujuan tertentu. Politik pendidikan pun akan membuat segala aktifitas pendidikan menjadi terarah serta dapat berjalan dengan efektif, mudah dan efesien. Namun berbeda dengan perpolitikan dalam pendidikan. Hal itu mengindikasikan terjadinya transaksi kepentingan dalam pengambil kebijakan atas pendidikan. Miris, seharusnya pendidikan harus bebas, mardeka dan tidak terikat dengan hal-hal semacam ini.

MEMAKSIMALKAN MANFAATKAN GADGET

Oleh Muh. Hasan Suryawan
Salah satu masalah yang serius saat ini dan biasanya masalah ini atau lebih tepatnya disebut sebagai penyakit ini seringkali menjangkiti anak-anak muda ialah penyalahgunaan gadget. Sejak kemunculannya di Indonesia beberapa tahun yang lalu, jenis gadget awal masih berupa handphone atau telepon genggam. Kontras hal itu membuat telepon kabel atau telpon rumah yang menjadi dominasi sejak puluhan tahun lamanya lambat laun tergeser dan digantikan oleh primadona baru yang bernama handphone. Fungsi handphone saat itu ialah hanya bisa sebatas mengirim pesan text dan melakukan panggilan telepon. Perkembangan teknologi kemudian kian menjadi, sejak sebelumnya internet sudah menjadi akses masyarakat dan itu dapat membawa kemudahan dalam segala hal. Internet pun masuk ke dalam aplikasi handphone dan merubah wajah jenis gadget baru ini. Dulunya internet hanya bisa diakses di tempat-tempat tertentu seperti warung internet (warnet) saat itu internet sudah bisa diakses melalui handphone. Sontak hal itu membuat primadona jenis gadget baru.

Wanita-Wanita Sasak yang Penyabar


     Ada satu kisah yang sangat menyentuh hati tentang seorang wanita sasak di Pulau Lombok. Wanita ini memiliki suami yang bisa dikatakan memiliki sederet sifat buruk. Sampailah pada suatu saat sang suami izin untuk pergi merantau ke luar daerah. Dengan sabar hati, wanita ini merelakan kepergian sang suami untuk waktu yang lumayan lama. Beberapa bulan setelah kepergian sang suami, wanita ini sangat merindukan kehadiran suaminya namun ia berusaha untuk terus bersabar menantikan sang suami untuk pulang. Singkat cerita, setelah sang suami tersebut merantau beberapa bulan lamanya, akhirnya ia pulang dari tempat rantauan. Saat tiba di rumah, suami dari wanita ini pulang dalam keadaan mabuk berat. Ia pun tidak membawa sedikitpun uang hasil bekerja di perantauan. Kamudian, wanita ini dengan hati yang begitu kuat seraya berkata;

"Aku tidak masalah dia tidak membawa uang untukku. Aku hanya ingin dia menjadi orang yang baik, tidak mabuk-mabukan walalupun dia tidak memiliki apa-apa untukku. Aku ridho, aku ikhlas”

CAMPUR TANGAN ORANG TUA DALAM MENENTUKAN KESUKSESAN 'ANAK' MANUSIA


   Peran kedua orang tua dalam mensukseskan perjalanan anak-anak mereka sangatlah penting. Tentu ini sangat berpengaruh dari kolaborasi antara keduanya dalam menentukan kesuksesan anak-anaknya. Namun pesan moril terkadang tidak disamapaikan oleh keduanya. Ada kalanya orang yang sukses dilatarbelakangi oleh salah satu pengaruh dari keduanya, entah pengaruh Ayah ataupun seorang Ibu.


BACA JUGA

Islam: Way Of Life

Oleh: Muh. Hasan Suryawan Saat kita mendengar kata islam, maka yang terpikirkan dalam benak kita adalah salah satu agama yang menjadi ke...